PEMANFAATAN LAYANAN PERPUSTAKAAN DALAM MENINGKATKAN MINAT BACA SISWA
Disusun oleh :
Nama : JARWATI
NIM : 017381374
Program studi : S1 Ilmu Perpustakaan
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Terbuka
ABSTRAK
Perpustakaan
adalah suatu tempat dimana didalamnya terdapat kegiatan menyimpan,
mengolah,dan memberikan layanan kepada pemakai perpustakaan guna mendapatkan informasi yang mereka
butuhkan. Perpustakaan sekolah
merupakan pusat sumber belajar yang membantu meningkatkan proses belajar
mengajar yang salah satu tujuannya adalah untuk Menumbuhkan
rasa cinta kesadaran dan kebiasaan membaca. Untuk dapat mewujudkan
tujuan dari perpustakaan sekolah itu maka
perpustakaan sekolah harus melakukan layanan perpustakaan yang baik. pembinaaan minat baca di perpustakaan sekolah
dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain yang berasal dari dalam
perpustakaan itu sendiri yang disebut faktor internal dan yang berasal dari
luar perpustakaan yang disebut faktor eksternal. Untuk dapat meningkatkan minat baca siswa,
perpustakaan sekolah dapat melakukan upaya-upaya yang dapat menarik para
siswa berkunjung ke perpustakaan untuk membaca.Perpustakaan sekolah mempunyai peranan yang sangat penting dalam
menumbuhkan minat baca siswa. Perpustakaan merupakan sumber informasi bagi siswa
untuk memperoleh berbagai informasi yang mereka butuhkan.
Untuk dapat menigkatkan minat baca para siswa
perlu mendapat dukungan dari semua pihak yang mempunyai hubungan dengan warga
sekolah.
Kata kunci /keyword : Perpustakaan Sekolah,
membaca, minat baca
PENDAHULUAN
Dengan
kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini, perpustakaan dan pusat
informasi mempunyai peran yang sangat penting bagi masyarakat sebagai sarana untuk memperoleh informasi yang
dibutuhkan. Informasi itu dapat diperoleh dari koleksi yang ada di perpustakaan
yang berupa bahan tercetak dan noncetak
atau elektronik.
Salah satu perangkat komunikasi massa yang ada disekitar kita adalah buku. Dengan membaca buku maka akan membawa
seseorang pada tujuan-tujuan yang diinginkan
dan bisa mengubah manusia kearah kehidupan yang baik, juga akan timbul
kesadaran bahwa membaca atau belajar merupakan suatu keharusan.
Untuk mendapatkan
buku-buku tersebut maka masyarakat dapat memperolehnya di perpustakaan yang merupakan pusat sumber
berbagai informasi dan ilmu pengetahuan dengan berbagai macam koleksi bahan
pustaka yang diorganisasikan untuk
memenuhi kebutuhan pemakai. Di dalam perpustakaan
terdapat kegiatan mulai dari pengadaan bahan pustaka, pengolahan, peminjaman hingga pelayanan dan penyajian
kepada pemakai perpustakaan.
Di dalam instansi sekolah
pada dasarnya perpustakaan merupakan suatu hal yang sangat penting dalam
menunjang kegiatan belajar mengajar. Hal ini disebabkan dalam proses pendidikan
akan selalu terjadi komunikasi informasi antara guru dan siswa. Untuk
memperoleh informasi itu dapat digunakan
sumber-sumber informasi berupa buku, majalah, koran, dan media lain yang semua
itu ada dalam perpustakaan.
Menurut
Sulistyo Basuki ( 2010 )
perpustakaan sekolah adalah perpustakaan yang berada pada lembaga pendidikan
formal di lingkungan pendidikan yang merupakan sumber belajar untuk mendukung
tujuan pendidikan. Perpustakaan merupakan pusat sumber belajar untuk menunjang
kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah tersebut. Oleh karena
itu perpustakaan sebagai wahana belajar atau sumber informasi perlu dibangun
agar lebih baik dan berkembang.
Tujuan
perpustakaan sekolah adalah untuk
menunjang pelaksanaan proses kegiatan belajar mengajar, memperluas pengetahuan
para siswa dan untuk menyediakan bahan pustaka yang bermutu dan berkualitas. Di perpustakaan sekolah bahan pustaka yang tersedia harus relevan
dalam menunjang proses kegiatan belajar mengajar (KBM). Untuk dapat menempatkan perpustakaan menjadi suatu bagian dari aktifitas di
lingkungan sekolah, maka tugas dari seorang petugas perpustakaan untuk mensosialisasikan perpustakaan tersebut kepada guru, murid dan
karyawan sekolah agar mereka menggunakan koleksi dan fasilitas yang ada di
perpustakaan sekolah.
Berdasarkan uraian ringkas pada latar belakang diatas maka dapat
dirumuskan masalah dalam penulisan karya ilmiah ini adalah sebagai berikut :
1. Apa faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya minat baca siswa di perpustakaan?
2. Upaya-upaya apa yang dapat dilakukan pustakawan dalam pembinaan minat baca?
3. Seberapa besar peranan perpustakaan dalam
meningkatkan minat baca siswa?
PEMBAHASAN
Perpustakaan adalah pelayanan. Pelayanan merupakan kesibukan petugas
perpustakaan dalam melayani pemakai perpustakaan yang berkaitan dengan
pemanfaatan koleksi bahan pustaka. Karena itu Perpustakaan harus mampu
menyediakan bahan pustaka yang dibutuhkan pemakai perpustakaan untuk
meningkatkan mutu layanan perpustakaan.
Suatu perpustakaan dapat dikatakan berhasil
apabila tujuan dari perpustakaan dapat tercapai, yaitu semua koleksi bahan
pustaka yang dimiliki dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh pengguna. Kepuasan pengguna ditentukan oleh kualitas layanan perpustakaan.
Layanan perpustakaan harus dilakukan secara prima dan berorientasi pada
kebutuhan pemustaka sehingga pemustaka dapat memperoleh informasi yang
dibutuhkan secara optimal.
Pelayanan perpustakaan sekolah bertujuan
untuk memberikan informasi untuk menunjang pelaksanaan proses kegiatan belajar
mengajar. Untuk dapat menarik para siswa datang ke perpustakaan, perpustakaan harus melakukan upaya-upaya yang dapat meningkatkan minat baca siswa.
Menurut
penjelasan dalam Undang-undang No 20 Tahun 2003 tentang sistem
pendidikan nasional, perpustakaan
merupakan sarana penunjang proses belajar mengajar di sekolah. Selain itu,
perpustakaan bermanfaat sebagai tempat rekreasi dan meningkatkan minat baca
siswa sehingga perpustakaan perlu dikelola secara professional yang meliputi
koleksi, layanan, tenaga dan sumber pendanaan.
Minat secara umum dapat diartikan suatu keinginan
seseorang terhadap suatu barang atau obyek tertentu yang disertai perasaan atau
dorongan untuk memiliki atau melakukan hal tersebut.
Membaca
adalah kegiatan memahami dan menganalisa suatu bacaan yang dilakukan oleh pembaca untuk mengetahui makna
yang disampaikan oleh penulis melalui media kata. Di dalam kegiatan membaca terdapat proses
berpikir untuk memahami makna dari bacaan secara keseluruhan.
Minat membaca adalah kesadaran dan keinginan seseorang untuk menganalisis dan menangkap makna isi tulisan yang telah dibacanya, sehingga memperoleh pengetahuan dan
pengalaman dari bacaan tersebut.
Tujuan pembinaan minat baca adalah untuk meningkatkan minat baca siswa dalam menunjang kegiatan belajar mengajar yang dalam pencapaiannya perlu adanya kerja sama dengan beberapa pihak yang
terkait.
Dalam
pembinaan minat baca siswa di sekolah tidaklah semudah membalikkan tangan,
terdapat beberapa kendala yang dihadapi tenaga perpustakaan untuk menumbuhkan
minat baca siswa yang dipengaruhi oleh beberapa faktor.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pembinaan Minat Baca Siswa
Layanan
perpustakaan sekolah dalam rangka mencapai tujuan untuk menumbuhkan minat baca siswa dipengaruhi oleh
beberapa faktor yang dapat menyebabkan rendahnya minat baca siswa.
Faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya minat baca siswa di perpustakaan antara lain :
1. Faktor internal
Sudarsono ( 2010 ). Menyebutkan bahwa Faktor-faktor internal yang mempengaruhi rendahnya minat baca siswa di perpustakaan antara
lain sebagai berikut :
a. Kurangnya tenaga pengelola perpustakaan
Jumlah tenaga perpustakaan yang berkompeten dalam bidang perpustakaan maupun yang berpendidikan minimal D2 ilmu perpustakaan masih kurang dan jauh dari yang diharapkan.
b. Kurangnya dana pembinaan minat baca
Biaya yang dibutuhkan untuk pembinaan minat baca cukup besar, antara
lain untuk menambah koleksi bahan pustaka yang sesuai dengan kebutuhan pengguna
perpustakaan, untuk pencetakan brosur-brosur, poster-poster, dan yang
sejenisnya. Sedangkan dana untuk pengembangan perpustakaan sangat minim sekali.
c. Terbatasnya bahan pustaka
Bahan pustaka yang ada di perpustakaan masih terbatas karena terbatasnya
dana untuk melakukan pengadaaan bahan pustaka sehingga sulit bagi perpustakaan
untuk menyediakan bahan pustaka yang dibutuhkan pemakai perpustakaan.
d. Kurangnya variasi jenis layanan perpustakaan
Kurangnya variasi pemberian layanan peminjaman seperti
layanan referensi, layanan pemutaran film, layanan bercerita,layanan
penelusuran informasi, dan sebagainya
banyak yang belum disajikan. Oleh karena itu, layanan perpustakaan menjadi
membosankan dan pasif. Hal tersebut dapat menyebabkan berkurangnya minat baca
siswa.
e.
Terbatasnya ruang perpustakaan
Banyak perpustakaan yang belum memiliki ruang baca, ruang
audio-visual, ruang cerita, ruang serba guna dan lain-lain. Hal ini juga
menyebabkan pengunjung tidak merasa nyaman membaca buku diperpustakaan.
f. Terbatasnya perabot dan peralatan perpustakaan
Banyak perpustakaan yang belum memiliki
peralatan yang dapat mendukung pembinaan minat baca, seperti tersedianya
berbagai macam proyektor ( proyektor film, proyektor untuk slide/film stripe
atau proyektor untuk tranparansi), mesin fotocopy,mesin pembaca bentuk micro
dan sebagainya.
g.
Kurangnya lokasi perpustakaan
Banyak perpustakaan yang kurang menarik pengunjung
dikarenakan letaknya yang tidak strategis.
h.
Kurangnya pemasyarakatan perpustakaan
Kurangnya promosi atau pemasyarakatan menyebabkan tidak
banyak anggota perpustakaan memanfaatkan jasa layanan perpustakaan.
2.
Faktor Eksternal
Faktor eksternal adalah faktor yang berasal dari luar perpustakaan yang mempengaruhi rendahnya
minat baca siswa. Faktor-faktor tersebut antara lain :
a. Kurangnya bimbingan orang tua
Orang tua banyak
yang kurang memperhatikan kegiatan belajar anaknya, tidak membuat jadwal
belajar bagi anaknya, dan acuh tak acuh akan menghasilkan prestasi belajar yang
kurang memuaskan. Ini mengakibatkan
turunnya kegemaran anak untuk membaca atau belajar.
b. Banyaknya acara-acara di media elektronik
Karena banyaknya acara-acara yang ada di
media elektronik maka siswa akan lebih senang untuk menonton acara-acara
tersebut daripada membaca buku.
c. Rendahnya pendidikan orang tua
Orang tua yang riwayat pendidikannya rendah
maka kemampuan mereka dalam bidang akademis akan sangat rendah sehingga tidak
akan mampu membimbing anak mereka untuk membaca atau belajar.
d. Rendahnya kesadaran siswa akan pentingnya
membaca
Kebanyakan
siswa masih rendah minat bacanya, ini dapat dilihat ketika istirahat mereka
lebih senang berada di kantin daripada membaca di perpustakaan.
Upaya
– Upaya Perpustakaan Dalam Pembinaan
Minat Baca
Untuk
mengatasi kendala- kendala yang dihadapi perpustakaan dalam meningkatkan minat
baca siswa maka perpustakaan sekolah perlu melakukan upaya-upaya untuk pembinaan
minat baca antara lain:
1. Menyediakan koleksi bahan pustaka yang
sesuai dengan kebutuhan siswa
Pengadaan
koleksi bahan pustaka disesuaikan dengan umur dan kebutuhan para pemakai
perpustakaan. Koleksi bahan pustaka di perpustakaan sekolah tidak hanya berupa
buku-buku paket, tetapi juga berupa buku fiksi, majalh, surat kabar dan bisa
juga disediakan koleksi bahan noncetak misalnya CD, kaset dan lain-lain.
Dengan
koleksi bahan pustaka yang bervariasi akan menarik siswa untuk berkunjung ke
perpustakaan sehingga akan meningkatkan minat baca siswa.
2. Melibatkan guru dalam pemilihan bahan
pustaka
Guru
mempunyai peranan yang penting dalam memberikan dorongan pada siswa untuk
membaca. Petugas perpustakaan dapat melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan
para guru untuk memilih bahan pustaka yang akan dijadikan koleksi perpustakaan.
3. Melibatkan siswa dalam pengadaan bahan
pustaka
Untuk
dapat mengetahui bahan bacaan apa yang diminati siswa maka perpustakaan dapat
melibatkan siswa dalam pengadaan bahan pustaka dengan cara menyediakan kotak
saran di perpustakaan.
4. Melakukan promosi perpustakaan
Promosi
perpustakaan dapat dilakukan dengan cara petugas perpustakaan menyediakan papan
khusus yang digunakan untuk memberikan informasi tentang buku atau koleksi
terbaru yang dimiliki perpustakaan. Promosi ini sangat penting untuk menarik
minat siswa berkunjung ke perpustakaan. Petugas perpustakaan dapat menggunakan
hari-hari besar atau peristiwa-peristiwa penting untuk melalkukan promosi
perpustakaan.
5. Mengadakan jam pelajaran di perpustakaan
Petugas
perpustakaan dapat melakukan koordinasi dengan guru untuk mengadakan kegiatan
belajar mengajar di perpustakaan pada mata pelajaran tertentu. Dengan begitu
para siswa tidak asing lagi dengan perpustakaan.
6. Memberikan reward pada siswa
Pihak
sekolah dan petugas perpustakaan memberikan reward kepada siswa berupa hadiah
atau uang tabungan bagi siswa . reward diberikan dengan mengambil kategori
peminjam terajin dan pengunjung terajin.
7. Memberikan layanan perpustakaan yang baik
Dengan
memberikan layanan perpustakaan sebaik mungkin maka akan menarik para siswa
untuk selalu berkunjung ke perpustakaan. Karena layanan perpustakaan
menyiratkan adanya hubungan antara pemakai perpustakaan dan petugas
perpustakaan baik langsung maupun tidak langsung.
8. Menyediakan sarana prasarana yang memadai
Dengan
adanya sarana prasarana yang memadai maka akan meningkatkan layanan
perpustakaan, misalnya perpustakaan harus dilengkapi dengan pendingin ruangan,
meja study carrel, computer dan lain-lain.
Peranan Perpustakaan dalam Meningkatkan Minat Baca siswa
Perpustakaan mempunyai Peranan yang sangat penting dalam pembinaan minat baca siswa. Perpustakaan merupakan sumber informasi bagi
siswa untuk memperoleh berbagai informasi yang mereka butuhkan.
Perpustakaan sangat
berperan dalam membina dan menumbuhkan minat baca siswa. Karena pembinaan minat
baca erat kaitannya dengan kegiatan membaca yang berhubungan dengan koleksi
bahan pustaka yang dimiliki perpustakaan sesuai atau tidak dengan kebutuhan
pemakai perpustakaan
Perpustakaan sebagai pusat sumber informasi mempunyai arti penting dalam rangka penyebaran informasi seluas-luasnya dengan cara memberikan sarana pendidikan nonformal untuk meningkatkan pengetahuan para siswa.
Perpustakaan merupakan sarana untuk menyampaikan berbagai ide dan pesan yang dimaksud oleh penulis kepada pembaca. Pesan yang tertuang dalam sebuah buku diterima
oleh komunikan dengan membaca, yang diartikan dalam kehidupan sehari-hari
sebagai pengkajian huruf, gambar, kata-kata, dan pemberian makna terhadapnya.
Ketrampilan dan kemampuan membaca adalah salah satu langkah yang harus dilalui untuk menambah wawasan dalam penguasaan ilmu pengetahuan. Tetapi , kemampuan membaca harus pula disertai dengan keinginan atau minat baca. Minat baca akan muncul bila ada motivasi atau keingintahuan yang kuat pada diri seseorang untuk membaca. Oleh karena itu perpustakaan sekolah harus menyediakan
bahan pustaka sesuai dengan kebutuhan siswa, pelayanan yang baik dari
pustakawan, situasi, dan lingkungan perpustakaan yang nyaman merupakan motivator bagi siswa untuk mau memanfaatkan perpustakaan sebagai tempat untuk belajar dan sarana hiburan.
Perpustakaan sekolah
merupakan jantung dari sekolah dimana perpustakaan itu dapat memberikan
pengetahuan dan wawasan yang luas bagi
siswa serta dapat mengembangkan cara berfikir siswa untuk lebih maju.
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Pembinaan dan pengembangan minat baca siswa melalui perpustakaan sekolah
tidak terlepas dari mutu layanan perpustakaan yang baik yang dilakukan oleh pustakawan. Namun dalam
pembinaan minat baca siswa perpustakaan sekolah mengalami kendala-kendala yang
dipengaruhi oleh beberapa faktor dari dalam yang disebut faktor internal dan
dari luar yang disebut faktor eksternal. Faktor internal antara lain kurangnya
tenaga perpustakaan sekolah, kurangnya dana dalam pembinaan minat baca,
terbatasnya koleksi bahan pustaka, kurangnya variasi jenis layanan
perpustakaan, terbatasnya ruang perpustakaan, terbatasnya perabot dan peralatan
perpustakaan, kurangnya lokasi perpustakaan, dan kurangnya pemasyarakatan
perpustakaan.
Untuk
mengatasi kendala-kendala tersebut maka perpustakaan melakukan upaya-upaya
dalam pembinaan minat baca siswa dengan
cara penyediaan koleksi bahan pustaka
yang sesuai dengan kebutuhan pemakai, melibatkan guru dalam pemilihan bahan
pustaka, melibatkan siswa dalam pengadaan bahan pustaka, melakukan promosi
perpustakaan, mengadakan jam belajar di perpustakaan, memberikan reward bagi
siswa, memberikan layanan perpustakaan yang baik dan menyediakan sarana
prasarana yang memadai di perpustakaan.
Perpustakaan
sekolah mempunyai peranan yang sangat penting dalam pembinaan minat baca siswa
karena Perpustakaan merupakan sarana untuk mengantarkan berbagai gagasan dan pesan
dari penulis kepada pembaca. Pesan yang tertuang dalam sebuah buku diterima
oleh komunikan dengan membaca.
Saran
Untuk meningkatkan minat baca siswa
perpustakaan sekolah hendaknya :
1. Memiliki tenaga perpustakaan yang berkompeten dalam bidang
perpustakaan( minimal berijazah D2 Perpustakaan ).
2. Perpustakaan sekolah mempunyai manajemen
pengelolaan perpustakaan yang standart sesuai dengan SNI.
3. Perpustakaan mempunyai koleksi buku / bahan
bacaan yang cukup dan sesuai dengan kebutuhan siswa.
4. Mengadakan kerja sama perpustakaan dengan berbagai pihak
yang berkepentingan dalam membangun perpustakaan.
5. Melengkapi Perpustakaan dengan sarana prasarana yang memadai sehingga membuat
siswa nyaman berada di perpustakaan.
6. Perpustakaan sekolah melakukan pelayanan
perpustakaan yang baik bagi pemakai perpustakaan.
DAFTAR PUSTAKA
Elin, R. (
2008 ). Pemanfaatan Perpustakaan dan Sumber Informasi. Bandung : PT Karsa Mandiri Persada.
Martoatmojo, K. (2009). Pelayanan
Bahan Pustaka. Jakarta : Universitas Terbuka.
Septiyantono, T. (2014). Literasi
Informasi. Tangerang Selatan Universitas Terbuka.
Sulistyo-Basuki.
(2010). Pengantar Ilmu Perpustakaan.
Jakarta : Universitas Terbuka.
Undang ,S. & Bastiano. (2010). Pembinaan minat baca. Jakarta : Universitas terbuka.
Wardani, H.P.D. (2011). Layanan Perpustakaan. Provinsi
Jawa Tengah: Badan Arsip dan Perpustakaan.