Minggu, 25 Januari 2015

PEMANFAATAN LAYANAN PERPUSTAKAAN  DALAM MENINGKATKAN MINAT BACA SISWA

Disusun oleh  :
Nama               :  JARWATI
NIM                :  017381374
Alamat Email  :  jarwatialdi@gmail.com
Program studi : S1 Ilmu Perpustakaan
                          Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
  Universitas Terbuka
ABSTRAK
Perpustakaan  adalah suatu tempat dimana didalamnya terdapat kegiatan menyimpan, mengolah,dan memberikan layanan kepada pemakai perpustakaan guna mendapatkan informasi yang mereka butuhkan. Perpustakaan sekolah merupakan pusat sumber belajar yang membantu meningkatkan proses belajar mengajar yang salah satu tujuannya adalah untuk Menumbuhkan rasa cinta kesadaran dan kebiasaan membaca. Untuk  dapat mewujudkan tujuan dari perpustakaan sekolah itu maka perpustakaan sekolah harus melakukan layanan perpustakaan yang baik.  pembinaaan minat baca di perpustakaan sekolah dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain yang berasal dari dalam perpustakaan itu sendiri yang disebut faktor internal dan yang berasal dari luar perpustakaan yang disebut faktor eksternal. Untuk dapat meningkatkan minat baca siswa, perpustakaan sekolah dapat melakukan upaya-upaya yang dapat   menarik para siswa berkunjung ke perpustakaan untuk membaca.Perpustakaan sekolah  mempunyai peranan yang sangat penting dalam menumbuhkan minat baca siswa. Perpustakaan merupakan sumber informasi bagi siswa untuk memperoleh berbagai informasi yang mereka butuhkan.
Untuk dapat menigkatkan minat baca para siswa perlu mendapat dukungan dari semua pihak yang mempunyai hubungan dengan warga sekolah.

Kata kunci /keyword : Perpustakaan Sekolah, membaca, minat baca



       PENDAHULUAN
                     Dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini, perpustakaan dan pusat informasi mempunyai peran yang sangat penting bagi masyarakat sebagai sarana untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan. Informasi itu dapat diperoleh dari koleksi yang ada di perpustakaan yang  berupa bahan tercetak dan noncetak atau elektronik.
Salah satu perangkat komunikasi massa yang ada disekitar kita adalah buku. Dengan membaca buku maka akan membawa seseorang pada tujuan-tujuan yang diinginkan  dan bisa mengubah manusia kearah kehidupan yang baik, juga akan timbul kesadaran bahwa membaca atau belajar merupakan suatu keharusan.
            Untuk mendapatkan buku-buku tersebut maka masyarakat dapat memperolehnya di perpustakaan yang merupakan  pusat sumber berbagai informasi dan ilmu pengetahuan dengan berbagai macam koleksi bahan pustaka  yang diorganisasikan untuk memenuhi kebutuhan pemakai. Di  dalam perpustakaan terdapat kegiatan mulai dari pengadaan bahan pustaka, pengolahan, peminjaman hingga pelayanan dan penyajian kepada pemakai  perpustakaan.
            Di dalam instansi sekolah pada dasarnya perpustakaan merupakan suatu hal yang sangat penting dalam menunjang kegiatan belajar mengajar. Hal ini disebabkan dalam proses pendidikan akan selalu terjadi komunikasi informasi antara guru dan siswa. Untuk memperoleh informasi itu  dapat digunakan sumber-sumber informasi berupa buku, majalah, koran, dan media lain yang semua itu ada dalam perpustakaan.
Menurut Sulistyo Basuki ( 2010 ) perpustakaan sekolah adalah perpustakaan yang berada pada lembaga pendidikan formal di lingkungan pendidikan yang merupakan sumber belajar untuk mendukung tujuan pendidikan. Perpustakaan merupakan pusat sumber belajar untuk menunjang kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah tersebut. Oleh karena itu perpustakaan sebagai wahana belajar atau sumber informasi perlu dibangun agar lebih baik dan berkembang.
            Tujuan perpustakaan sekolah  adalah untuk menunjang pelaksanaan proses kegiatan belajar mengajar, memperluas pengetahuan para siswa dan untuk menyediakan bahan pustaka yang bermutu dan berkualitas. Di perpustakaan sekolah bahan pustaka yang tersedia harus relevan dalam menunjang proses kegiatan belajar mengajar (KBM). Untuk dapat menempatkan perpustakaan menjadi suatu bagian dari aktifitas di lingkungan sekolah, maka tugas dari seorang petugas perpustakaan untuk mensosialisasikan perpustakaan tersebut kepada guru, murid dan karyawan sekolah agar mereka menggunakan koleksi dan fasilitas yang ada di perpustakaan sekolah.
            Berdasarkan uraian ringkas pada latar belakang diatas maka dapat dirumuskan masalah dalam penulisan karya ilmiah ini adalah sebagai berikut :
1.    Apa faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya minat baca siswa  di perpustakaan?
2.    Upaya-upaya apa yang dapat dilakukan pustakawan dalam pembinaan minat baca?
3.    Seberapa besar peranan perpustakaan dalam meningkatkan minat baca siswa?

PEMBAHASAN
Perpustakaan adalah pelayanan. Pelayanan merupakan kesibukan petugas perpustakaan dalam melayani pemakai perpustakaan yang berkaitan dengan pemanfaatan koleksi bahan pustaka. Karena itu Perpustakaan harus mampu menyediakan bahan pustaka yang dibutuhkan pemakai perpustakaan untuk meningkatkan mutu layanan perpustakaan.
Suatu perpustakaan dapat dikatakan berhasil apabila tujuan dari perpustakaan dapat tercapai, yaitu semua koleksi bahan pustaka yang dimiliki dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh pengguna. Kepuasan pengguna ditentukan oleh kualitas layanan perpustakaan. Layanan perpustakaan harus dilakukan secara prima dan berorientasi pada kebutuhan pemustaka sehingga pemustaka dapat memperoleh informasi yang dibutuhkan secara optimal.
Pelayanan perpustakaan sekolah bertujuan untuk memberikan informasi untuk menunjang pelaksanaan proses kegiatan belajar mengajar. Untuk dapat menarik para siswa datang ke perpustakaan, perpustakaan harus melakukan upaya-upaya yang dapat meningkatkan minat baca siswa.
Menurut penjelasan dalam Undang-undang No 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, perpustakaan merupakan sarana penunjang proses belajar mengajar di sekolah. Selain itu, perpustakaan bermanfaat sebagai tempat rekreasi dan meningkatkan minat baca siswa sehingga perpustakaan perlu dikelola secara professional yang meliputi koleksi, layanan, tenaga dan sumber pendanaan.
Minat secara umum dapat diartikan suatu keinginan seseorang terhadap suatu barang atau obyek tertentu yang disertai perasaan atau dorongan untuk memiliki atau melakukan hal tersebut.
Membaca adalah kegiatan memahami dan menganalisa suatu bacaan  yang dilakukan oleh pembaca untuk mengetahui makna yang disampaikan oleh penulis melalui media kata.  Di dalam kegiatan membaca terdapat proses berpikir untuk memahami makna dari bacaan secara keseluruhan.
Minat membaca adalah kesadaran dan keinginan seseorang untuk menganalisis dan menangkap makna isi tulisan yang telah dibacanya, sehingga memperoleh pengetahuan dan pengalaman dari bacaan tersebut.
Tujuan pembinaan minat baca adalah untuk meningkatkan minat baca siswa dalam menunjang kegiatan belajar mengajar yang dalam pencapaiannya perlu adanya kerja sama dengan beberapa pihak yang terkait.
Dalam pembinaan minat baca siswa di sekolah tidaklah semudah membalikkan tangan, terdapat beberapa kendala yang dihadapi tenaga perpustakaan untuk menumbuhkan minat baca siswa yang dipengaruhi oleh beberapa faktor.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pembinaan  Minat Baca Siswa
 Layanan perpustakaan sekolah dalam rangka mencapai tujuan untuk  menumbuhkan minat baca siswa dipengaruhi oleh beberapa faktor yang dapat menyebabkan rendahnya minat baca siswa.
Faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya minat baca siswa di perpustakaan antara lain :
1.      Faktor internal
 Sudarsono ( 2010 ). Menyebutkan bahwa Faktor-faktor internal yang mempengaruhi rendahnya minat baca siswa di  perpustakaan antara lain sebagai berikut :
a.       Kurangnya tenaga pengelola perpustakaan
Jumlah  tenaga  perpustakaan yang berkompeten dalam bidang perpustakaan maupun   yang berpendidikan minimal D2 ilmu perpustakaan masih kurang dan jauh dari yang diharapkan.
b.      Kurangnya dana pembinaan minat baca
Biaya yang dibutuhkan untuk pembinaan minat baca cukup besar, antara lain untuk menambah koleksi bahan pustaka yang sesuai dengan kebutuhan pengguna perpustakaan, untuk pencetakan brosur-brosur, poster-poster, dan yang sejenisnya. Sedangkan dana untuk pengembangan perpustakaan sangat minim sekali.

c.       Terbatasnya bahan pustaka
Bahan pustaka yang ada di perpustakaan masih terbatas karena terbatasnya dana untuk melakukan pengadaaan bahan pustaka sehingga sulit bagi perpustakaan untuk menyediakan bahan pustaka yang dibutuhkan pemakai perpustakaan.

d.      Kurangnya variasi jenis layanan perpustakaan
Kurangnya variasi pemberian layanan peminjaman seperti layanan referensi, layanan pemutaran film, layanan bercerita,layanan penelusuran  informasi, dan sebagainya banyak yang belum disajikan. Oleh karena itu, layanan perpustakaan menjadi membosankan dan pasif. Hal tersebut dapat menyebabkan berkurangnya minat baca siswa.
e.       Terbatasnya ruang perpustakaan
Banyak perpustakaan yang belum memiliki ruang baca, ruang audio-visual, ruang cerita, ruang serba guna dan lain-lain. Hal ini juga menyebabkan pengunjung tidak merasa nyaman membaca buku diperpustakaan.
f.       Terbatasnya perabot dan peralatan perpustakaan
Banyak perpustakaan yang belum memiliki peralatan yang dapat mendukung pembinaan minat baca, seperti tersedianya berbagai macam proyektor ( proyektor film, proyektor untuk slide/film stripe atau proyektor untuk tranparansi), mesin fotocopy,mesin pembaca bentuk micro dan sebagainya.
g.      Kurangnya lokasi perpustakaan
Banyak perpustakaan yang kurang menarik pengunjung dikarenakan letaknya yang tidak strategis.
h.      Kurangnya pemasyarakatan perpustakaan
Kurangnya promosi atau pemasyarakatan menyebabkan tidak banyak anggota perpustakaan memanfaatkan jasa layanan perpustakaan.

2.       Faktor Eksternal
Faktor eksternal adalah faktor yang berasal dari luar perpustakaan yang mempengaruhi rendahnya minat baca siswa. Faktor-faktor tersebut antara lain :

a.       Kurangnya bimbingan orang tua
Orang tua banyak yang kurang memperhatikan kegiatan belajar anaknya, tidak membuat jadwal belajar bagi anaknya, dan acuh tak acuh akan menghasilkan prestasi belajar yang kurang memuaskan. Ini  mengakibatkan turunnya kegemaran anak untuk membaca atau belajar.
b.      Banyaknya acara-acara di media elektronik
Karena banyaknya acara-acara yang ada di media elektronik maka siswa akan lebih senang untuk menonton acara-acara tersebut daripada membaca buku.
c.       Rendahnya pendidikan orang tua
Orang tua yang riwayat pendidikannya rendah maka kemampuan mereka dalam bidang akademis akan sangat rendah sehingga tidak akan mampu membimbing anak mereka untuk membaca atau belajar.
d.      Rendahnya kesadaran siswa akan pentingnya membaca
Kebanyakan siswa masih rendah minat bacanya, ini dapat dilihat ketika istirahat mereka lebih senang berada di kantin daripada membaca di perpustakaan.
    
            Upaya – Upaya  Perpustakaan Dalam Pembinaan Minat Baca
                        Untuk mengatasi kendala- kendala yang dihadapi perpustakaan dalam meningkatkan minat baca siswa maka perpustakaan sekolah perlu melakukan upaya-upaya untuk pembinaan minat baca antara lain:
1.      Menyediakan koleksi bahan pustaka yang sesuai dengan kebutuhan siswa
            Pengadaan koleksi bahan pustaka disesuaikan dengan umur dan kebutuhan para pemakai perpustakaan. Koleksi bahan pustaka di perpustakaan sekolah tidak hanya berupa buku-buku paket, tetapi juga berupa buku fiksi, majalh, surat kabar dan bisa juga disediakan koleksi bahan noncetak misalnya CD, kaset dan lain-lain.
            Dengan koleksi bahan pustaka yang bervariasi akan menarik siswa untuk berkunjung ke perpustakaan sehingga akan meningkatkan minat baca siswa.
2.      Melibatkan guru dalam pemilihan bahan pustaka
            Guru mempunyai peranan yang penting dalam memberikan dorongan pada siswa untuk membaca. Petugas perpustakaan dapat melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan para guru untuk memilih bahan pustaka yang akan dijadikan koleksi perpustakaan.
3.      Melibatkan siswa dalam pengadaan bahan pustaka
            Untuk dapat mengetahui bahan bacaan apa yang diminati siswa maka perpustakaan dapat melibatkan siswa dalam pengadaan bahan pustaka dengan cara menyediakan kotak saran di perpustakaan.
4.      Melakukan promosi perpustakaan
            Promosi perpustakaan dapat dilakukan dengan cara petugas perpustakaan menyediakan papan khusus yang digunakan untuk memberikan informasi tentang buku atau koleksi terbaru yang dimiliki perpustakaan. Promosi ini sangat penting untuk menarik minat siswa berkunjung ke perpustakaan. Petugas perpustakaan dapat menggunakan hari-hari besar atau peristiwa-peristiwa penting untuk melalkukan promosi perpustakaan.
5.      Mengadakan jam pelajaran di perpustakaan
            Petugas perpustakaan dapat melakukan koordinasi dengan guru untuk mengadakan kegiatan belajar mengajar di perpustakaan pada mata pelajaran tertentu. Dengan begitu para siswa tidak asing lagi dengan perpustakaan.
6.      Memberikan reward pada siswa
            Pihak sekolah dan petugas perpustakaan memberikan reward kepada siswa berupa hadiah atau uang tabungan bagi siswa . reward diberikan dengan mengambil kategori peminjam terajin dan pengunjung terajin.

7.      Memberikan layanan perpustakaan yang baik
            Dengan memberikan layanan perpustakaan sebaik mungkin maka akan menarik para siswa untuk selalu berkunjung ke perpustakaan. Karena layanan perpustakaan menyiratkan adanya hubungan antara pemakai perpustakaan dan petugas perpustakaan baik langsung maupun tidak langsung.
8.      Menyediakan sarana prasarana yang memadai
            Dengan adanya sarana prasarana yang memadai maka akan meningkatkan layanan perpustakaan, misalnya perpustakaan harus dilengkapi dengan pendingin ruangan, meja study carrel, computer dan lain-lain.

Peranan Perpustakaan dalam Meningkatkan Minat Baca siswa
            Perpustakaan mempunyai Peranan yang sangat penting dalam pembinaan minat baca siswa. Perpustakaan merupakan sumber informasi bagi siswa untuk memperoleh berbagai informasi yang mereka butuhkan.
            Perpustakaan sangat berperan dalam membina dan menumbuhkan minat baca siswa. Karena pembinaan minat baca erat kaitannya dengan kegiatan membaca yang berhubungan dengan koleksi bahan pustaka yang dimiliki perpustakaan sesuai atau tidak dengan kebutuhan pemakai perpustakaan
            Perpustakaan sebagai pusat sumber informasi mempunyai arti penting dalam rangka penyebaran informasi seluas-luasnya dengan cara memberikan sarana pendidikan nonformal untuk meningkatkan pengetahuan para siswa.
            Perpustakaan merupakan sarana untuk menyampaikan berbagai ide dan pesan yang dimaksud oleh penulis kepada pembaca. Pesan yang tertuang dalam sebuah buku diterima oleh komunikan dengan membaca, yang diartikan dalam kehidupan sehari-hari sebagai pengkajian huruf, gambar, kata-kata, dan pemberian makna terhadapnya.
            Ketrampilan dan kemampuan membaca adalah salah satu langkah yang harus dilalui untuk menambah wawasan dalam penguasaan ilmu pengetahuan. Tetapi , kemampuan membaca harus pula disertai dengan keinginan atau minat baca. Minat baca akan muncul bila ada motivasi atau keingintahuan yang kuat pada diri seseorang untuk membaca. Oleh karena itu perpustakaan sekolah harus menyediakan bahan pustaka sesuai dengan kebutuhan siswa, pelayanan yang baik dari pustakawan, situasi, dan lingkungan perpustakaan yang nyaman merupakan motivator bagi siswa untuk mau memanfaatkan perpustakaan sebagai tempat untuk belajar dan sarana hiburan.
            Perpustakaan sekolah merupakan jantung dari sekolah dimana perpustakaan itu dapat memberikan pengetahuan  dan wawasan yang luas bagi siswa serta dapat mengembangkan cara berfikir siswa untuk lebih maju.
            
KESIMPULAN DAN SARAN
            Kesimpulan
Pembinaan dan pengembangan minat baca siswa melalui perpustakaan sekolah tidak terlepas dari mutu layanan perpustakaan yang baik yang dilakukan oleh pustakawan. Namun dalam pembinaan minat baca siswa perpustakaan sekolah mengalami kendala-kendala yang dipengaruhi oleh beberapa faktor dari dalam yang disebut faktor internal dan dari luar yang disebut faktor eksternal. Faktor internal antara lain kurangnya tenaga perpustakaan sekolah, kurangnya dana dalam pembinaan minat baca, terbatasnya koleksi bahan pustaka, kurangnya variasi jenis layanan perpustakaan, terbatasnya ruang perpustakaan, terbatasnya perabot dan peralatan perpustakaan, kurangnya lokasi perpustakaan, dan kurangnya pemasyarakatan perpustakaan.
Untuk mengatasi kendala-kendala tersebut maka perpustakaan melakukan upaya-upaya dalam pembinaan minat baca siswa  dengan cara  penyediaan koleksi bahan pustaka yang sesuai dengan kebutuhan pemakai, melibatkan guru dalam pemilihan bahan pustaka, melibatkan siswa dalam pengadaan bahan pustaka, melakukan promosi perpustakaan, mengadakan jam belajar di perpustakaan, memberikan reward bagi siswa, memberikan layanan perpustakaan yang baik dan menyediakan sarana prasarana yang memadai di perpustakaan.
Perpustakaan sekolah mempunyai peranan yang sangat penting dalam pembinaan minat baca siswa karena Perpustakaan merupakan sarana untuk mengantarkan berbagai gagasan dan pesan dari penulis kepada pembaca. Pesan yang tertuang dalam sebuah buku diterima oleh komunikan dengan membaca.

Saran
            Untuk meningkatkan minat baca siswa perpustakaan sekolah hendaknya :
1.    Memiliki tenaga perpustakaan yang berkompeten dalam bidang  perpustakaan( minimal berijazah D2 Perpustakaan ).
2.      Perpustakaan sekolah mempunyai manajemen pengelolaan  perpustakaan yang standart sesuai dengan SNI.
3.      Perpustakaan mempunyai koleksi buku / bahan bacaan yang cukup dan sesuai dengan kebutuhan siswa.
4.      Mengadakan kerja sama perpustakaan dengan berbagai pihak yang  berkepentingan dalam membangun  perpustakaan.
5.      Melengkapi Perpustakaan dengan  sarana prasarana yang memadai sehingga membuat siswa nyaman berada di perpustakaan.
6.      Perpustakaan sekolah melakukan pelayanan perpustakaan yang baik bagi pemakai perpustakaan.





DAFTAR PUSTAKA
Elin, R. ( 2008 ). Pemanfaatan Perpustakaan dan Sumber Informasi. Bandung : PT Karsa Mandiri Persada.
Martoatmojo, K. (2009). Pelayanan Bahan Pustaka. Jakarta : Universitas Terbuka.
Septiyantono, T. (2014). Literasi Informasi. Tangerang Selatan Universitas Terbuka.
Sulistyo-Basuki. (2010). Pengantar Ilmu Perpustakaan. Jakarta :  Universitas Terbuka.
Undang ,S. & Bastiano. (2010). Pembinaan minat baca. Jakarta :  Universitas terbuka.
Wardani, H.P.D. (2011). Layanan Perpustakaan. Provinsi  Jawa Tengah: Badan Arsip dan Perpustakaan.